Penulis: Hartanto

Thoughts

Yang Terbaik, Untukmu Mbahku Yang Terbaik

Dulu, semasa saya masih belajar berjalan, beliau adalah sosok single-parent yang kesetiaannya jauh melampaui eranya. Beliau mengumpulkan ke-enam putra-putrinya yang lima diantaranya sudah berkeluarga dan sudah beranak satu dalam satu bangunan besar tanpa paku yang kami sebut rumah joglo. Ya, “mangan ora mangan sing penting kumpul” nampaknya sangat dipegang teguh. Hingga …
Thoughts

Republik Jejaring Sosial

Apa yang terjadi sekarang, bisa jadi hanya merupakan mimpi di masa lalu. Nampaknya kutipan tersebut sangat pas disematkan untuk fenomena social media yang makin marak sekarang ini. Dan kali ini, saya coba berbagi sudut pandang lain dari fenomena tersebut, benar-benar dari sudut. Beberapa waktu lalu pernah ditayangkan di televisi seorang …
Thoughts

Kangen Ayah

Siang ini terasa sangat terik di kota ini, 39oC tapi terasa “gemrojos”. Ruteku siang ini masih sama, jemput istri di salah satu pusat kesehatan masyarakat, terus pulang untuk makan siang bersama, sebuah rutinitas yang tak pernah terasa membosankan. Dalam kendaraan sembari nunggu “bell” pulang istri, panas semakin terasa, bahkan piranti …
Thoughts

Beda Prinsip

Memaknai hal perbedaan memang selalu memberikan sensasi berbeda di tiap kasusnya. Beda postur tubuh, beda warna kulit, beda bahasa, beda suku, beda sudut pandang, dan masih banyak lagi perbedaan lainnya. Sejenak saya ingat satu scene di serial Avatar, ada pesan yang coba disampaikan disana bahwa kita semua sesungguhnya satu asal, …
Thoughts

Sabar Hingga Ikhlas

Adakah pernah terpikir oleh kita bahwa sabar adalah kata kerja paling menyebalkan? Bahkan tak jarang mendengarnya pun langsung mengundang reaksi berlebih untuk segera menyudahi dengan pertanyaan balik; “mau sampai kapan?”; bahkan oleh orang yang dahulu telah terbukti kesabarannya sekalipun. Sabar menjadi trending topic bagi siapa saja yang dalam episode hidupnya …
Thoughts

Di Persimpangan Antara

Pagi iringi setiap langkah menjejak bumi guna meraih sebentuk mimpi bagi setiap makhluk insani. Tak sadar kaki-kaki kita membentuk nada selayaknya intro dari sebuah koor besar setiap hari. Hanya ada sejenak jeda sebelum akhirnya kembali lagu dari setiap kita dimainkan. Tidak ada yang berubah, hanya saja sebagai kesatuan lagu kita …
Thoughts

With All My Respects

Look at the men covered their blood withThe Vulcanic Dust as the women and child got the sameLook at the mountain faces the world withThe dark side of Mr.Mann state Look at around before you decide to makeSome reasons to ask where is the Monarchie?Look at the mirror that show …
Thoughts

Sang Pengendali Hati

Mungkin tahun kemarin kita dirundung duka, bisa jadi akhir tahun ini kita serasa tertawa sepanjang tahun.Tak jarang kemarin kita merasa paling sengsara, namun seakan semua sirna hanya karena tawa lepas yang kita jumpai pagi ini.Bisa saja beberapa detik barusan kita merasa berhasil, namun tak ayal sontak bisa saja semua buyar …
Thoughts

Kutipan Kritikan Kepemimpinan

Satu hari memang tak pernah beranjak dari angka 24 jam (more or less), tapi makna yang dibawa selalu berbeda dari satu hari ke hari lainnya. Sebagaimana pernah saya kutip pula, hal ini memang bukti bahwa setiap hari adalah ciptaan yang berbeda dimana kita harus mampu mengambil sebanyak mungkin modal darinya …
Thoughts

dimanakah persimpanganku?

Seolah setiap episode berselang pariwara, serasa itulah waktu ini terlewati… Yah, sejengkal demi sejengkal impian terwujud untuk kemudian melahirkan masa dimana kekosongan berisi senandung kesunyian.Terkadang bisa sebagus pelangi setelah deras hujan sehingga mampu melahirkan kembali impian yang benar-benar baru. Namun tak sedikit pula yang harus menikmati jeda iklan dengan terpaku …