Reboan

Membangun Organisasi untuk UMKM

Berbicara tentang membangun organisasi yang sukses untuk UMKM adalah sesuatu hal krusial, namun apa saja yang merupakan kunci dalam membangun dan mengembangkan organisasi ini?


Dalam sebuah agenda rutin di salah satu unit usaha rekan tumbuh, terkadang muncul pertanyaan dari peserta forum yang terlihat sederhana tapi begitu ditelusur-jawab menjadi point yang bisa mengubah keseluruhan isi diskusi.

Contohnya pada diskusi regular yang sedianya jadi hajatan HRD ini. Seorang karyawan menanyakan tentang bagaimana sebuah KPI bisa mengukur kerjasama tim dan juga budaya organisasi.

Barangkali apabila tidak dicermati pertanyaannya hanya seputar teknis penilaian, tapi rupanya setelah tanya-jawab intensif justru lebih dari separuh waktu diskusi bergeser menjadi perbincangan tentang bagaimana membangun organisasi yang efektif.

Membangun Organisasi yang Sukses: Kunci Kesuksesan untuk UMKM

Dalam dunia bisnis yang terus berkembang, pembentukan organisasi yang solid adalah langkah krusial untuk kesuksesan jangka panjang, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Desain awal organisasi seringkali sederhana, dengan pengusaha sering kali berperan ganda dalam menjalankan semua fungsi organisasi. Meskipun ini mungkin dimaklumi pada awalnya, kegagalan untuk menyesuaikan struktur organisasi seiring pertumbuhan bisnis dapat menjadi penyebab kegagalan banyak UMKM.

Desain Organisasi: Lebih dari Sebuah Struktur Formal

Desain organisasi tidak hanya tentang struktur formal. Selain struktur organisasi yang melibatkan tata hubungan kerja dan tanggung jawab dalam organisasi, ada juga struktur budaya atau kebudayaan organisasi yang berkembang seiring waktu.

Meskipun seringkali tidak begitu terlihat seperti struktur formal, kebudayaan organisasi memiliki dampak besar pada keberhasilan perusahaan. Pengusaha memiliki kendali atas bagaimana kebudayaan ini berkembang, dan kesadaran akan hal ini dapat membantu dalam membangun organisasi yang sukses.

Desain organisasi tidak hanya soal menciptakan struktur formal dengan tata hubungan dan tanggung jawab yang jelas. Ada dimensi tambahan yang tak terlihat secara kasat mata, tetapi memiliki dampak mendalam: kebudayaan organisasi.

Kebudayaan ini seperti “DNA” perusahaan, membentuk identitasnya dan memengaruhi cara orang bekerja bersama. Mari kita jelajahi lebih lanjut tentang bagaimana kebudayaan ini menjadi elemen kunci dalam desain organisasi yang sukses.

1. Norma-Norma Tak Tertulis:

Selain kebijakan dan prosedur resmi, kebudayaan organisasi mencakup norma-norma tak tertulis. Misalnya, bagaimana orang berkomunikasi, sejauh mana kolaborasi dihargai, dan bagaimana keputusan diambil – semuanya ini membentuk bagian tak terpisahkan dari kebudayaan. Pemimpin berperan besar dalam membentuk norma-norma ini dengan perilaku dan keputusan mereka.

2. Nilai Inti yang Dipegang Erat:

Nilai inti adalah prinsip-prinsip mendasar yang menjadi landasan bagi perilaku organisasi. Contohnya bisa mencakup integritas, keberagaman, atau inovasi. Pengusaha harus memastikan bahwa nilai-nilai ini bukan hanya slogan di dinding kantor, tetapi juga dipraktikkan dalam keputusan sehari-hari dan interaksi antaranggota tim.

3. Kebebasan untuk Mengekspresikan Diri:

Kebudayaan yang sukses memberikan kebebasan bagi setiap anggota tim untuk menjadi diri mereka sendiri. Lingkungan yang mendukung penerimaan dan penghargaan terhadap keunikan setiap individu akan menciptakan iklim di mana kreativitas dan kolaborasi dapat berkembang.

Matt Flannery dan Jessica Jackley

12 pelajaran penting untuk umkm indonesia dari kiva

Pada musim gugur 2003, Muhammad Yunus, yang sudah dihormati sebagai pionir dalam bidang keuangan mikro, menjadi pembicara tamu di Universitas Stanford di mana Matt Flannery dan tunangannya Jessica Jackley berada di…

Continue Reading

4. Respons terhadap Perubahan:

Bagaimana organisasi menanggapi perubahan mencerminkan kebudayaannya. Sebuah desain organisasi yang inklusif dan responsif terhadap perubahan akan memiliki kebijakan dan praktik yang mendukung inovasi serta pembelajaran berkelanjutan.

5. Komunikasi yang Terbuka dan Jujur:

Kebudayaan yang kuat juga mencakup pola komunikasi yang terbuka dan jujur. Ini menciptakan suasana di mana setiap orang merasa nyaman berbagi ide, memberikan umpan balik, dan berkontribusi tanpa rasa takut.

6. Pembelajaran dan Pengembangan Berkelanjutan:

Organisasi yang berhasil memiliki kebudayaan pembelajaran berkelanjutan. Ini berarti mengakui bahwa setiap tindakan, baik sukses maupun kegagalan, adalah peluang untuk belajar. Mendorong inisiatif, eksperimen, dan peningkatan terus-menerus adalah bagian integral dari desain organisasi.

Dalam membentuk desain organisasi yang lebih dari sekadar struktur formal, pengusaha harus berperan sebagai agen kebudayaan. Mereka tidak hanya mendefinisikan struktur, tetapi juga membentuk nilai-nilai dan norma-norma yang membentuk inti organisasi.

Pemahaman mendalam tentang kebudayaan dan bagaimana hal itu menciptakan identitas perusahaan adalah kunci untuk merancang organisasi yang mampu bertahan dan berkembang dalam lingkungan yang terus berubah.

membangun organisasi sukses untuk umkm
Salah satu kunci penting kesuksesan UMKM adalah membangun organisasi yang efektif.

Membangun Tim yang Tepat

Seiring pertumbuhan organisasi, peran pengusaha sebagai pemimpin berubah secara signifikan. Di awal, pengusaha mungkin melakukan segalanya sendiri, tetapi seiring waktu, organisasi akan membutuhkan tambahan personel.

Proses perekrutan yang efektif sangat penting untuk memastikan tim baru dapat tumbuh dan berkembang bersama perusahaan. Dalam menyusun tim, pengusaha harus mempertimbangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan rencana bisnis, adaptasi terhadap perubahan, dan kemampuan untuk melakukan penyesuaian yang diperlukan.

Membentuk Kebudayaan Organisasi yang Positif

Kebudayaan organisasi adalah kombinasi sikap, perilaku, dan gaya komunikasi yang membuat suatu bisnis berbeda dari yang lain. Pengusaha memiliki peran penting dalam membentuk kebudayaan ini, yang harus sejalan dengan strategi bisnis perusahaan.

Fleksibilitas dalam mencoba pendekatan yang berbeda, pembentukan lingkungan kerja yang positif, dan penghargaan terhadap kinerja yang baik dapat membantu menciptakan kebudayaan yang memotivasi karyawan.

Kepemimpinan yang Efektif

Peran pengusaha sebagai pemimpin organisasi melibatkan beberapa tanggung jawab utama, termasuk menjadi penyesuaian terhadap perubahan, pengalokasi sumber daya, dan menjadi negosiator. Saat organisasi berkembang, pengambilan keputusan menjadi semakin kritis.

Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan sangat diperlukan. Kepemimpinan juga berkaitan dengan menciptakan nilai inti dan menyediakan alat yang diperlukan agar karyawan dapat menyelesaikan tugas mereka dengan efektif.

Mengatasi Tantangan dalam Membangun Tim dan Budaya Organisasi

Membangun tim yang efektif dan menciptakan budaya organisasi yang positif bukanlah tugas yang mudah. Penting bagi pengusaha untuk memastikan bahwa kebudayaan yang diinginkan sejalan dengan strategi bisnis, dan ini memerlukan pemahaman mendalam tentang kebutuhan organisasi.

Proses perekrutan harus dilakukan dengan hati-hati, dan pembentukan tim harus mempertimbangkan lebih dari sekadar keterampilan teknis. Karakter dan kepribadian juga berperan penting dalam membangun kebudayaan yang positif.

Kesimpulan

Membangun organisasi yang sukses bagi UMKM melibatkan lebih dari sekadar mengisi posisi dengan orang-orang yang memiliki keterampilan teknis. Penting untuk membentuk kebudayaan organisasi yang positif, yang dapat memberdayakan karyawan dan memberikan dasar untuk pertumbuhan jangka panjang.

Fleksibilitas, kepemimpinan yang efektif, dan proses perekrutan yang cermat adalah kunci untuk mengatasi tantangan ini. Dengan memahami peran pengusaha dalam membentuk organisasi, UMKM dapat menghadapi masa depan dengan keyakinan dan membangun pondasi yang kokoh untuk kesuksesan.

Konsul Gratis!

Ingin mengembangkan bisnis UMKM Anda? Tapi bingung mulai dari mana? Atau Ingin tahu cara agar operasional UMKM Anda efektif? Konsultansikan sekarang dengan MasTan!

Leave a Reply